Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H – ALHAMDULILLAAH… Setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, kini tiba saatnya “Selamat Hari Raya Idul Fitri” dari admin caramembuatwebsitepemula.com untuk semua sahabat blogger dimana pun sobat berada yang beragama Islam. Alhamdulillah Puji dan Syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita dapat merasakan Idul Fitri Yang Ke sekian kali di dalam kehidupan kita ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum (Semoga Allah menerima amalku dan amal kita semua, amal puasaku dan amal puasa kita semua)

Minal ‘Aidin wal Faizin, semoga kita semua termasuk orang-orang yang kembali suci dan meraih kemenangan sehingga dapat menyaksikan Allah dengan hati (ain bashirah).

Oleh karenanya untuk menyempurnakan kesucian, dalam rangka hubungan sesama hamba Allah, admin mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas segala khilaf dan kesalahan kami.

Tiga Manifestasi Syukur Sambut Hari Kemenangan

Tidak terasa setelah kemaren kita baru saja Marhaban Ya Ramadhan 1439 H, dimana kita membakar dosa-dosa selama Ramadhan penuh, kita berpuasa, beribadah malam, tadarus Al-Qur’an, sedekah, zakat, menyantuni yatim-piatu, shalat berjamaah, i’tikaf dan lain sebagainya, tibalah saatnya kita sekarang meraih kemenangan besar, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H” sebuah kemenangan berperang dengan hawa nafsu dan menghajarnya selama satu bulan penuh. Tentu, capaian ini semata karena anugerah dari Allah SWT.

Tidak semua muslimin yang mampu berpuasa lalu mereka diberi pertolongan Allah bisa menjalankan puasa. Tidak semua muslimin yang mampu zakat, lalu mereka diberi taufiq bisa menunaikan zakat, begitu pula shalat jamaah, sedekah dan lain sebagainya. Artinya, bagi siapa saja yang bisa menjalankan ibadah, itu hanya pemberian anugerah Allah SWT. Atas dasar anugerah inilah, kita layak bergembira menyambutnya.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا، هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ

Katakan wahai Muhammad, dengan anugerah Allah dan rahmatNya, dengan itu, maka bergembiralah. Hal itu lebih baik dari pada apa saja yang telah mereka kumpulkan.

Bergembira di sini tidak boleh diartikan dengan sembarangan. Luapan ekspresi kegembiraan itu harus tidak bertentangan dengan norma syari’at. Kita tidak boleh mengungkapkan kegembiraan dengan pesta miras, bersalaman, bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, rekreasi di tempat maksiat, dan lain sebagainya. Namun kita harus mengisinya dengan aneka macam kegiatan positif, seperti mengumandangkan takbir, tahmid, tahlil, silaturahim, bermaaf-maafan, dan lain sebagainya.

3 Poin Yang Dapat Kita Ambil Pelajaran Dari Kewajibkan Puasa di Bulan Ramadhan

Jika kita kaji secara mendalam tentang rangkaian ayat Al-Qur’an yang mewajibkan puasa di bulan Ramadhan sebagaimana yang telah kita laksanakan, setidaknya menurut Syekh Sulaiman bin Umar dalam kitab Al-Futuhat Al-Ilahiyyah menyebutkan, ada tiga poin yang dapat kita ambil pelajaran, yaitu:

  1. وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ
  2. وَلِتُكَبِّرًوْا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
  3. وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

#1. Poin Pertama, kalimat ولتكملوا العدة

Alhamdulillah, dengan taufiq dan inayah Allah kita dapat menyelasaikannya dengan baik. Kita sudah berusaha sekuat tenaga. Adapun diterima atau tidak, mari kita serahkan kepada Allah ta’ala. Secara syari’at kita telah berusaha menyelesaikan misi mulia ini dengan komplet.

#2. Poin kedua ولتكبروا الله على ما هداكم اي لِمَعَالِمِ دِيْنِكُمْ

Potongan ayat ini Allah memerintahkan kita semua senantiasa menggemakan takbir seusai puasa Ramadhan dan hal ini telah kita laksanakan semalam. Takbir di sini jangan hanya diartikan terkhusus pada orang yang mengikuti takbir keliling atau yang memakai loadspeaker di masjid-masjid, surau-surau, namun siapa saja dan di mana saja.

Perintah takbir di sini dilanjutkan dengan struktur kalimat berikutnya على ما هداكم yang mempunyai arti عَلَى مَا هَدَاكثمْ لِمَعَالِمِ دِيْنِكُمْ maksudnya karena Allah ta’ala memberikan hidayah kepadamu terhadap tanda-tanda agamamu (Islam).

#3. Poin Ketiga,ولعلكم تشكرون) الله على ذلك)

Merupakan sasaran akhir diwajibkannya puasa sebagai bungarampainya yaitu bersyukur ولعكم تشكرون . Menurut ulama ahli bahasa, di mana ada fiil mudlari’ didahului kata لعل maka mempunyai tujuan لِلإِيْجَاب berarti syukur kepada Allah hukumnya wajib yang dalam hal ini kita laksanakan dengan membayar zakat fitrah.

Tiga Rukun Rasa Syukur Kepada ALLAH SWT

Sebagai manifestasi rasa syukur kepada Allah, kita perlu mengaplikasikannya dengan tiga rukun syukur sebagai berikut:

  • Syukur bil janan, syukur dengan hati. Merasa berterima kasih atas beragam nikmat besar yang telah kita terima dari Allah ta’ala.
  • Syukur bil lisan, syukur dengan lisan, kita ungkapan kegemberiaan kita dengan mengucap hamdalah, takbir, tahmid dan perkataan-perkataan baik yang lain.
  • Syukur bil arkan, syukur dengan anggota badan, kita tunaikan shalat Idul Fitri, kita buat ibadah badaniyah yang lain, silaturahim, bersedekah dan lain sebagainya.

Jangan kita artikan, untuk mengungkapkan rasa syukur di hari raya harus dengan bentuk menyajikan makanan yang serbalezat, pakaian dan kendaraan yang mewah.

IDUL FITRI: Momentum Saling Bermaaf-Maafan & Silaturahim

Setelah kita terbebas, kembali fitrah pada hari yang fitri ini, kita masih berhenti pada haqqullah. Baru urusan kita kepada Allah yang beres. Masih ada yang perlu kita perhatikan yang juga tak kalah penting. Yaitu berkaitan dengan haqqul adamiy, hak kepada sesama.

Kita sebagai makhluk sosial pasti tak akan luput melakukan dosa kepada sesama, baik secara sengaja atau tak sengaja. Di hari raya ini, di momen penting di mana kita semua yang jauh-jauh semua kumpul pulang, marilah kita gunakan untuk momentum saling bermaaf-maafan dan silaturahim.

Sehingga, jika kesempatan ini kita gunakan dengan sebaik-baiknya, maka kita akan terbebas dalam sisi dua arah, arah vertikal kepada Allah ta’ala dan hubungan horizontal kepada sesama manusia.

Mari kita mengingat kembali jasa-jasa ibu-bapak kita yang tak ternilai berapa banyaknya, namun apa balasan kita? Balasan sebesar apapun tak akan bisa menyamai jasa-jasanya kepada kita.

Jika mereka sudah tak lagi ada di dunia, mari kita doakan bersama, Jika mereka masih ada di dunia, mari kita bersimpuh mencium tangan mereka, sungkem kepada mereka. Mari kita akui kekurangan kita di hadapannya, sehingga kita mendapat ridhanya. Dengan ridhanya, kita akan mendapat ridha allah ta’ala.

رِضَا اللهِ فِيْ رِضَا الوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِي سُخْطِ اْلوَالِدَيْنِ

“Ridhanya Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan benci Allah juga bergantung kepada benci kedua orang tua.”

Mari kita perbaiki hubungan kita kepada saudara, tetangga, handai taulan dan sebagianya.

Setelah Hari Raya Idul Fitri Jangan Lupa Puasa Syawal

Setelah kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan berlebaran di bulan Syawal, niatkan dalam hati bahwa kita akan melaksanakan satu amalan sunah lagi yang merupakan pelengkap ibadah Ramadhan kita, yaitu puasa syawal sebanyak 6 hari.

Puasa Syawal ini sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw, melalui riwayat dari Abu Ayub al-Anshari, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, ”barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lalu disusul  dengan melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, seakan-akan ia telah berpuasa setahun penuh”. (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Puasa Syawal ini dapat dilaksanakan secara berturut-turut atau terpisah-pisah harinya. Yang terpenting masih masuk dalam hitungan bulan Syawal dan bukan dimulai pada tanggal 1 Syawal yang merupakan hari idul fitri. Puasa Syawal ini baru boleh dilaksanakan setelah tanggal 1 Syawal dan seterusnya, sebab berpuasa pada hari idul fitri adalah termasuk yang diharamkan.

Hikmah yang terdapat dari adanya anjuran berpuasa di bulan Syawal ini, adalah agar umat Islam senantiasa terikat dengan kesucian diri melalui puasa yang selama ini baru saja mereka lalui selama satu bulan penuh. Maka enam hari selanjutnya ibarat penguat tali ikatan ketaatan manusia kepada Allah Swt agar terus terjaga.

Jika dalam hadits di atas disebutkan ibarat orang yang berpuasa setahun penuh, sebagian ulama menafsirkan, bahwa puasa Ramadhan satu bulan adalah ibarat orang yang telah berpuasa selama sepuluh bulan, sementara enam hari Syawal ibarat orang yang berpuasa selama dua bulan, maka jumlahnya genap menjadi dua belas bulan (setahun).

Kami sekeluarga cara membuat website pemula sekali lagi mengucapakan Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Ja’alanallaahu Minal ‘Aidin wal Faizin,  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H.

Pencarian dari Google:

Nilai Kualitas Konten